Tim PJBOLokal
· Bengkalis
Kisah Yong Dolah: Jadi Imam Maghrib, Sujudnya Lama Karena Menghitung Anak Ayam
Yong Dolah, seniman Melayu dari Senggoro, Bengkalis, dikenal bukan hanya sebagai pencerita jenaka. Orang kampung juga mengenalnya sebagai sosok yang dihormati. Tapi tentu saja, kisah-kisahnya tetap tak lepas dari kekonyolan.
Kali ini, kisah Yong Dolah menjadi imam.
Begini ceritanya.
Suatu senja, imam surau berhalangan hadir. Jemaah saling pandang, dan akhirnya Yong Dolah yang didorong maju menjadi imam salat Maghrib.
Salat berjalan khidmat. Tapi ketika sujud, Yong lama sekali tidak bangkit. Jemaah di belakang mulai heran. Satu menit, dua menit, Yong masih sujud.
Ternyata, saat bersujud, Yong mendengar anak-anak ayam berciap di bawah lantai surau. Ia penasaran ada berapa ekor, lalu menghitung bunyi ciapnya satu per satu sampai selesai.
Setelah salat usai, jemaah protes. Akhirnya salat Maghrib itu terpaksa diulang, dan tentu saja bukan Yong lagi yang menjadi imam.
Kisah ini sering dituturkan sebagai pengingat jenaka bahwa beribadah perlu khusyuk dan tidak mudah teralihkan.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Yong Jadi Imam" di blog Wisata Bengkalis Riau, yang menghimpunnya dari berbagai artikel.
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!
Kali ini, kisah Yong Dolah menjadi imam.
Begini ceritanya.
Suatu senja, imam surau berhalangan hadir. Jemaah saling pandang, dan akhirnya Yong Dolah yang didorong maju menjadi imam salat Maghrib.
Salat berjalan khidmat. Tapi ketika sujud, Yong lama sekali tidak bangkit. Jemaah di belakang mulai heran. Satu menit, dua menit, Yong masih sujud.
Ternyata, saat bersujud, Yong mendengar anak-anak ayam berciap di bawah lantai surau. Ia penasaran ada berapa ekor, lalu menghitung bunyi ciapnya satu per satu sampai selesai.
Setelah salat usai, jemaah protes. Akhirnya salat Maghrib itu terpaksa diulang, dan tentu saja bukan Yong lagi yang menjadi imam.
Kisah ini sering dituturkan sebagai pengingat jenaka bahwa beribadah perlu khusyuk dan tidak mudah teralihkan.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Yong Jadi Imam" di blog Wisata Bengkalis Riau, yang menghimpunnya dari berbagai artikel.
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!