Tim PJBOLokal
· Bengkalis
Kisah Yong Dolah: Jadi Kapten Kapal Pesiar, Pisang Bisa Busuk dari Haluan ke Buritan
Salah satu ciri khas Yong Dolah, seniman penglipur lara kebanggaan Bengkalis, adalah perumpamaannya yang luar biasa. Beliau tidak pernah bilang sesuatu itu "besar". Beliau selalu punya cara yang lebih mengesankan untuk menggambarkannya.
Kali ini, kisah Yong Dolah menjadi kapten kapal pesiar.
Begini ceritanya.
Konon Yong pernah menjadi kapten sebuah kapal pesiar raksasa. Suatu hari ia pulang kampung ke Bengkalis. Kapalnya terpaksa berlabuh jauh karena terlalu besar, jadi Yong pulang naik becak.
Orang kampung langsung mengerumuninya.
"Yong, berapa panjang kapal awak tu?"
"Kalau kau bawa pisang dari haluan ke buritan," jawab Yong, "sampai di belakang pisang tu dah busuk."
"Lebarnya, Yong?"
"Kalau kau masak nasi di sebelah kiri, lalu kau bawa ke sebelah kanan, sampai di sana nasi tu dah basi."
Orang kampung terdiam, tak tahu harus percaya atau tertawa. Dan memang begitulah cara Yong Dolah menjawab: tanpa angka, tapi lebih mengesankan daripada angka.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Kapal Pesiar" dalam tulisan "Kumpulan Cerita Yong Dollah, Sang Seniman dari Bengkalis" di blog Ledy Sofia (2015).
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!
Kali ini, kisah Yong Dolah menjadi kapten kapal pesiar.
Begini ceritanya.
Konon Yong pernah menjadi kapten sebuah kapal pesiar raksasa. Suatu hari ia pulang kampung ke Bengkalis. Kapalnya terpaksa berlabuh jauh karena terlalu besar, jadi Yong pulang naik becak.
Orang kampung langsung mengerumuninya.
"Yong, berapa panjang kapal awak tu?"
"Kalau kau bawa pisang dari haluan ke buritan," jawab Yong, "sampai di belakang pisang tu dah busuk."
"Lebarnya, Yong?"
"Kalau kau masak nasi di sebelah kiri, lalu kau bawa ke sebelah kanan, sampai di sana nasi tu dah basi."
Orang kampung terdiam, tak tahu harus percaya atau tertawa. Dan memang begitulah cara Yong Dolah menjawab: tanpa angka, tapi lebih mengesankan daripada angka.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Kapal Pesiar" dalam tulisan "Kumpulan Cerita Yong Dollah, Sang Seniman dari Bengkalis" di blog Ledy Sofia (2015).
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!