Langsung ke konten
PJBO Lokal · Riau

Tim PJBOLokal

· Kampar

Ngopi Sore

Kisah Batu Gajah di Sungai Tapung Kiri, Kampar: Tongkat Cengal dan Pohon Kapau Bercabang Tiga

Di tepi Sungai Tapung Kiri ada kampung bernama Pasir Putih, dinamai begitu karena hamparan pasir putih halus di sepanjang tepian sungainya. Rumah-rumah panggungnya bertiang tinggi dan beratap rumbia. Penduduknya berladang di seberang sungai, menangkap ikan, dan mencari damar, rotan, serta madu di hutan.

Suatu pagi, Datuk Penghulu Bosau termenung di tepi sungai memikirkan mimpinya semalam. Dalam mimpi itu kampungnya porak-poranda seperti diterjang puting beliung, seorang lelaki tua berjanggut putih terbang di atas kampung, dan batu-batu besar menangis melolong.

Belum seratus langkah ia beranjak, terdengar lengkingan dan derap kaki yang bergemuruh dari hutan. Datuk Penghulu memerintahkan warga menyeberang ke ladang. Para lelaki sempat bersiap dengan parang dan tombak, tetapi akhirnya ikut menyelamatkan diri. Dari balik pepohonan mereka menyaksikan serombongan gajah merobohkan rumah-rumah, menumbangkan pohon, dan menghancurkan balairung kampung.

Warga bersedih dan bertanya apakah ada yang bersalah. Datuk Penghulu menenangkan mereka dan mengajak semua bergotong royong membangun kembali kampung. Rumah yang masih utuh diminta menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Datuk Penghulu lalu menemui Tuk Bomo, orang tua buta yang pandai menafsirkan mimpi. Menurut Tuk Bomo, mimpi itu adalah pertanda, dan yang bisa menolong adalah lelaki tua berjanggut putih bernama Tuk Putih di hulu sungai. Datuk Penghulu harus berangkat sendirian saat fajar.

Datuk Penghulu mendayung ke hulu seharian, melewati rimbunan pandan bengkuang dan hutan lebat. Karena kelelahan, ia tertidur di atas sampan. Malam itu ia didatangi lelaki tua berjanggut dan berbaju putih. Esok paginya, di lantai sampan ada sehelai kain putih, sebuah kantong berisi benih kapau, dan sebatang tongkat kayu cengal. Ia teringat pesan sang tua lewat pantun: kapau itu adalah "kapau penyelamat negeri", dan tongkat itu harus diputar di atas kepala bila kampung diserang, karena "yang jahat tentu terhukum".

Sesampai di kampung, ia menanam benih kapau di tepi sungai. Ajaib, keesokan harinya tunasnya sudah setinggi lutut dan terus tumbuh cepat, bahkan bercabang tiga, hal yang tak pernah terjadi pada pohon kapau.

Tujuh pekan kemudian, rombongan gajah kembali menyerbu. Warga menyeberang ke ladang, sementara Datuk Penghulu berlari mengambil tongkat cengal. Ia berdiri di tepi sungai dan mengayunkan tongkat itu di udara. Terdengar dengung keras seperti jutaan lebah. Gajah-gajah berhenti merusak rumah dan berlari ke arah pohon kapau, lalu melahapnya sampai habis.

Setelah itu gajah-gajah melenguh kesakitan dan kehausan, lalu berlarian ke sungai untuk minum. Datuk Penghulu merasa ada yang membisikinya untuk melemparkan tongkat ke tengah sungai. Petir menggelegar, cahaya menyilaukan melintas, dan air sungai bergelombang tinggi menenggelamkan gajah-gajah itu.

Ketika air tenang kembali, warga berteriak takjub. Di tengah sungai tampak batu-batu besar menyerupai gajah, ada yang mengangkat belalai, ada yang setengah duduk, ada yang seperti sedang minum. Gajah-gajah itu telah menjadi batu.

Menurut catatan dalam buku sumbernya, batu-batu besar yang menyerupai gajah itu kabarnya masih dapat ditemukan di Sungai Tapung Kiri, Desa Pasir Putih, Kabupaten Kampar.

📚 Sumber: Cerita "Batu Gajah" yang ditulis kembali oleh Fatmahwati Adnan, dalam buku antologi "21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning" (editor Agus Sri Danardana), diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, bekerja sama dengan Gama Media, 2010. ISBN 978-979-1104-45-6.

Catatan: kisah ini diceritakan kembali secara ringkas dari sumber di atas. Sebagai cerita rakyat yang diwariskan dari mulut ke mulut, kisah ini bisa punya versi berbeda di tiap kampung.

Versi apa yang pernah kalian dengar dari orang tua atau datuk-nenek? Ceritakan di komentar!
27 dilihat · 0 komentar Bagikan WA

0 komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Anda di mana?

Kami tampilkan iklan terdekat dari lokasi Anda.

Memuat…