Langsung ke konten
PJBO Lokal · Riau

Tim PJBOLokal

· Indragiri Hulu

Ngopi Sore

Kisah Bujang Sati dari Seberida, Indragiri Hulu: Mencari Kakak yang Diculik ke Negeri Jambi

Di sebuah kampung bernama Negeri Simbul di Seberida, hiduplah pasangan suami istri bernama Leman dan Aminah. Sawah terhampar hijau, rumah-rumah berbaris rapi, dan setelah magrib anak-anak mengaji di surau. Setelah lama menanti keturunan, Aminah bermimpi didatangi seorang putri yang mengabarkan bahwa ia akan segera punya anak.

Mimpi itu menjadi kenyataan. Aminah melahirkan tujuh pasang anak kembar, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Di antaranya Telaga Sakti dengan Putri Pinang Masak, Tan Muda dengan Putri Kaca Mayang, sampai si bungsu Tan Ali dengan Putri Bungsu. Seluruh kampung bersukacita, karena Leman dan Aminah dikenal baik dan suka menolong.

Di antara anak laki-laki, Bujang Sati-lah yang paling tampan dan pemberani. Ia belajar silat dari Datuk Atan, guru silat hebat di kampung itu, dan sering menolong warga yang diganggu penjahat. Ia juga rajin beribadah. Di antara anak perempuan, Putri Pinang Masak, si sulung, adalah yang paling cantik. Tutur katanya halus dan ia suka menolong. Kecantikannya terkenal sampai ke negeri seberang.

Suatu sore, saat pulang bermain, jalan Putri Pinang Masak dihadang beberapa hulubalang berkuda bersenjata. Mereka mengaku dari Kerajaan Jambi dan memaksanya ikut. Putri diangkat ke atas kuda dan dibawa lari. Keluarganya mencari ke seluruh kampung, tetapi tak menemukan jejaknya.

Dalam musyawarah keluarga, Bujang Sati bersumpah tidak akan pulang sebelum menemukan kakaknya. Ayahnya membekalinya keris, dan ibunya memberi bekal makanan serta pesan agar ia pandai membawa diri dan tidak sombong di rantau orang.

Berbulan-bulan Bujang Sati menyusuri hutan dan kampung demi kampung. Kesabarannya diuji, tetapi ia tak berputus asa. Akhirnya ia bertemu seorang lelaki tua bernama Datuk Motah. Dari Datuk Motah ia tahu bahwa kakaknya telah dinikahkan dengan Raja Sikaraba Daik, putra Paduka Raja Telni Telanai dari Jambi.

Istana Jambi dijaga ketat. Bujang Sati pun menyamar sebagai sukarelawan yang ingin membantu raja melawan perampok dan Belanda yang hendak menguasai negeri itu. Ia mengaku bernama Bujang Sati dari Indragiri tanpa menyebut hubungannya dengan sang putri. Raja mengizinkannya tinggal di istana.

Untuk menguji kemampuannya, raja menugaskannya mengusir perampok dari Kampung Tinggali. Pada malam bulan purnama, Bujang Sati menyergap lima perampok dan mengalahkan mereka. Sejak itu kampung itu aman. Raja diam-diam mengakui kehebatannya.

Mendengar adiknya ada di istana, Putri Pinang Masak menemuinya diam-diam pada suatu malam. Kakak beradik itu berpelukan haru. Putri baik-baik saja, hanya rindu kampung halaman, dan ia sedang mengandung. Ia memberi Bujang Sati sebuah selendang cindai sebagai pusaka.

Kemudian Bujang Sati memimpin pasukan bersama warga melawan Belanda yang selama ini menindas rakyat dengan kerja paksa dan perampasan. Dengan senjata sederhana dan semangat tinggi, mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda. Raja memberinya gelar Datuk Dubalang Utama Bujang Sati.

Pada upacara penobatan itu, Putri Pinang Masak berterus terang bahwa Bujang Sati adalah adik kandungnya. Raja senang karena menantunya ternyata kakak seorang kesatria. Bujang Sati lalu memohon izin membawa kakaknya pulang. Dengan dikawal pasukan istana, mereka kembali ke Seberida dan disambut gembira oleh keluarga dan seluruh warga.

📚 Sumber: Cerita "Bujang Sati" yang ditulis kembali oleh Marnetti, dalam buku antologi "21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning" (editor Agus Sri Danardana), diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, bekerja sama dengan Gama Media, 2010. ISBN 978-979-1104-45-6.

Catatan: kisah ini diceritakan kembali secara ringkas dari sumber di atas. Sebagai cerita rakyat yang diwariskan dari mulut ke mulut, kisah ini bisa punya versi berbeda di tiap kampung.

Versi apa yang pernah kalian dengar dari orang tua atau datuk-nenek? Ceritakan di komentar!
22 dilihat · 0 komentar Bagikan WA

0 komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Anda di mana?

Kami tampilkan iklan terdekat dari lokasi Anda.

Memuat…