Langsung ke konten
PJBO Lokal · Riau

Tim PJBOLokal

· Rokan Hilir

Ngopi Sore

Kisah Saudagar Kaya dari Kubu, Rokan Hilir: Niat yang Salah dan Menantu Buruk Rupa

"Bangko Tanah Putih, Kubu kayo banyak upih." Begitulah pepatah lama dari tanah Kubu, Rokan Hilir, yang konon menggambarkan banyaknya pohon pinang di sana dahulu. Dari daerah inilah kisah ini bermula.

Alkisah, ada seorang saudagar yang ramah dan dermawan, dipanggil Saudagar Kayo. Ia hidup bahagia dengan istrinya yang setia, tetapi lama belum dikaruniai anak. Suatu hari ia bernazar: jika diberi anak, ia akan mendirikan masjid yang megah di kampung itu. Tak lama, istrinya mengandung dan melahirkan bayi perempuan yang cantik.

Tahun berganti, anak itu tumbuh menjadi kembang desa. Sang istri dengan hati-hati mengingatkan suaminya tentang nazar yang belum ditunaikan. Saudagar itu terkejut, meminta maaf karena lupa, lalu segera membangun masjid.

Namun ketika masjid hampir selesai, terlintas di hatinya, "Aku yang akan azan dan menjadi imam pertama. Ini masjidku." Pada subuh pertama, ia bergegas ke masjid agar tidak didahului orang lain. Tiba-tiba masjid itu runtuh dengan suara bergemuruh. Ia membangunnya lagi lebih kokoh, tetapi runtuh lagi. Begitu terus sampai hartanya banyak berkurang.

Ia lalu menemui seorang khalifah. Sang khalifah berkata ada yang salah pada niatnya. Saudagar itu pun mengubah niat: siapa pun yang pertama kali azan di masjid itu, bila belum menikah akan dijadikan menantu, dan bila sudah menikah akan dijadikan keluarga.

Subuh berikutnya, terdengar azan yang sangat merdu. Saudagar mempercepat langkah dan terkejut melihat muazinnya seorang pemuda asing berkulit hitam legam, berwajah buruk, dan berpakaian kusut. Pemuda itu juga menjadi imam dengan bacaan yang fasih. Ternyata ia belum menikah dan sedang merantau dari negeri lain.

Saudagar merasa iba pada anaknya, tetapi nazar sudah terucap. Ketika ditanya, sang putri menjawab ikhlas menerima bila memang sudah takdirnya. Pernikahan digelar meriah meski saudagar menyimpan sedikit rasa malu.

Setelah pesta, sang menantu meminta izin membawa istrinya ke negeri seberang. Ia berpesan, untuk sampai ke sana harus melewati hutan belantara di belakang rumah, mengikuti deretan pohon pinang, dan tidak boleh membawa harta apa pun.

Di hutan, sang suami berjalan di depan tanpa sekali pun menoleh. Kaki sang istri teriris rumput liar, dan ia sempat kesal karena suaminya seolah tak peduli. Namun ia sadar dirinya istri yang setia dan terus mengikuti. Di tengah hutan terbentang jalan luas berderet pohon pinang, ada pondok dan seekor kuda. Mereka melaju hingga tiba di gapura yang dijaga pengawal kerajaan.

Saat memasuki istana, sang suami memanggil istrinya. Ketika menoleh, sang istri melihat suaminya telah berubah menjadi pemuda yang tampan, dan ia pun pingsan. Ternyata suaminya adalah seorang pangeran yang dikutuk nenek sihir karena menolak dijodohkan. Kutukan itu hanya hilang bila ia membawa pulang istri yang setia. Keduanya pun dinobatkan menjadi raja dan permaisuri.

Sebulan kemudian, saudagar dan istrinya menyusul tanpa membawa apa pun. Namun diam-diam sang ibu menyelipkan sebentuk cincin emas untuk putrinya. Perjalanan mereka terasa sangat berat. Setibanya di sana, cincin itu ternyata hilang tersangkut ranting. Sang raja berkata, justru cincin itulah yang membuat mereka lambat sampai. Malam itu keluarga itu berkumpul kembali dengan bahagia di istana.

📚 Sumber: Cerita "Saudagar Kaya" yang ditulis kembali oleh Maryoto, dalam buku antologi "21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning" (editor Agus Sri Danardana), diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, bekerja sama dengan Gama Media, 2010. ISBN 978-979-1104-45-6.

Catatan: kisah ini diceritakan kembali secara ringkas dari sumber di atas. Sebagai cerita rakyat yang diwariskan dari mulut ke mulut, kisah ini bisa punya versi berbeda di tiap kampung.

Versi apa yang pernah kalian dengar dari orang tua atau datuk-nenek? Ceritakan di komentar!
25 dilihat · 0 komentar Bagikan WA

0 komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Anda di mana?

Kami tampilkan iklan terdekat dari lokasi Anda.

Memuat…