Tim PJBOLokal
· Bengkalis
Kisah Yong Dolah: Kapal Karam, Berjalan di Dasar Laut Pulang ke Bengkalis
Ada satu hal yang selalu dikenang orang dari Yong Dolah, seniman Melayu Bengkalis kita: ia tidak pernah kehabisan akal, bahkan di dasar laut sekalipun. Paling tidak, begitulah menurut ceritanya sendiri.
Kali ini, kisah Yong Dolah pulang dari Singapura.
Begini ceritanya.
Suatu ketika Yong berlayar dari Singapura menuju Bengkalis. Di tengah laut, badai datang mengamuk. Ombak tinggi menghantam kapal, kemudi hilang entah ke mana, dan akhirnya kapal Yong karam.
Yong tenggelam sampai ke dasar laut. Tapi ia tidak panik. Ia berdiri, lalu mulai berjalan menyusuri dasar laut, mencari arah pulang.
Setelah lama berjalan, ia melihat sebuah mata kail yang tergantung dengan umpan pumpun. Yong memperhatikan baik-baik mata kail itu.
"Eh, ini kail adik aku!"
Dari situ Yong yakin ia sudah dekat dengan Bengkalis. Ia pun naik ke permukaan, dan benar saja, ia muncul di sebuah tanjung tepat di Bengkalis.
Yang mendengar cerita ini biasanya cuma bisa geleng-geleng kepala. Entah berapa lama Yong berjalan di dasar laut tanpa bernapas, ia sendiri tak pernah menjelaskannya.
📚 Kisah ini dimuat dalam tulisan "Cerita Rakyat Melayu Riau: Yong Dolah" di blog Basatu Nagori Maju (2010).
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!
Kali ini, kisah Yong Dolah pulang dari Singapura.
Begini ceritanya.
Suatu ketika Yong berlayar dari Singapura menuju Bengkalis. Di tengah laut, badai datang mengamuk. Ombak tinggi menghantam kapal, kemudi hilang entah ke mana, dan akhirnya kapal Yong karam.
Yong tenggelam sampai ke dasar laut. Tapi ia tidak panik. Ia berdiri, lalu mulai berjalan menyusuri dasar laut, mencari arah pulang.
Setelah lama berjalan, ia melihat sebuah mata kail yang tergantung dengan umpan pumpun. Yong memperhatikan baik-baik mata kail itu.
"Eh, ini kail adik aku!"
Dari situ Yong yakin ia sudah dekat dengan Bengkalis. Ia pun naik ke permukaan, dan benar saja, ia muncul di sebuah tanjung tepat di Bengkalis.
Yang mendengar cerita ini biasanya cuma bisa geleng-geleng kepala. Entah berapa lama Yong berjalan di dasar laut tanpa bernapas, ia sendiri tak pernah menjelaskannya.
📚 Kisah ini dimuat dalam tulisan "Cerita Rakyat Melayu Riau: Yong Dolah" di blog Basatu Nagori Maju (2010).
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!