Tim PJBOLokal
· Bengkalis
Kisah Yong Dolah: Meneropong dari Bukittinggi, Nampak Emak Menampi Beras di Bengkalis
Yong Dolah, atau Abdullah bin Endong, seniman penglipur lara dari Senggoro, Bengkalis, punya kebiasaan unik: semakin jauh ia "merantau" dalam ceritanya, semakin hebat pula bualannya.
Kali ini, kisah Yong Dolah ke Bukittinggi.
Begini ceritanya.
Suatu hari Yong ikut menumpang truk ke Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk mengantar muatan belacan. Sesampainya di sana, ia naik ke atas sebuah bukit yang tinggi dan meminjam teropong.
Ia memandang jauh ke arah timur. Lama ia mengintip, lalu tiba-tiba berseru gembira.
"Nampak! Nampak Pulau Bengkalis! Itu emak aku tengah menampi beras di halaman!"
Kawan seperjalanannya protes. Dari Bukittinggi ke Bengkalis itu jauhnya ratusan kilometer, terhalang bukit dan hutan. Mana mungkin kelihatan, apalagi sampai nampak orang menampi beras?
Yong cuma mengangkat bahu dan tersenyum.
"Namanya juga cerita," katanya enteng.
Kisah ini menunjukkan ciri khas Yong Dolah: ia tahu ceritanya mustahil, dan pendengarnya pun tahu. Justru di situ letak kenikmatannya.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Perjalanan Yong Dolah ke Negri Ngotjoleria" dan "Yong nak keker" di blog Wisata Bengkalis Riau, yang menghimpunnya dari berbagai artikel.
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!
Kali ini, kisah Yong Dolah ke Bukittinggi.
Begini ceritanya.
Suatu hari Yong ikut menumpang truk ke Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk mengantar muatan belacan. Sesampainya di sana, ia naik ke atas sebuah bukit yang tinggi dan meminjam teropong.
Ia memandang jauh ke arah timur. Lama ia mengintip, lalu tiba-tiba berseru gembira.
"Nampak! Nampak Pulau Bengkalis! Itu emak aku tengah menampi beras di halaman!"
Kawan seperjalanannya protes. Dari Bukittinggi ke Bengkalis itu jauhnya ratusan kilometer, terhalang bukit dan hutan. Mana mungkin kelihatan, apalagi sampai nampak orang menampi beras?
Yong cuma mengangkat bahu dan tersenyum.
"Namanya juga cerita," katanya enteng.
Kisah ini menunjukkan ciri khas Yong Dolah: ia tahu ceritanya mustahil, dan pendengarnya pun tahu. Justru di situ letak kenikmatannya.
📚 Kisah ini dimuat dengan judul "Perjalanan Yong Dolah ke Negri Ngotjoleria" dan "Yong nak keker" di blog Wisata Bengkalis Riau, yang menghimpunnya dari berbagai artikel.
───
☕ Catatan: kisah ini salah satu versi yang beredar dari mulut ke mulut di tengah masyarakat Melayu Bengkalis. Cerita Yong Dolah sudah dituturkan ulang oleh banyak orang, jadi detailnya bisa berbeda di tiap kedai kopi.
Pernah dengar versi lain dari datuk atau ayah kalian? Atau punya kisah Yong Dolah favorit? Ceritakan di komentar!